Memahami Memar
pada Anak

 

Memar hampir sudah seperti ritual yang harus dilalui anak-anak. Tidak mungkin rasanya ia melewati masa kanak-kanak tanpa pernah mengalami  memar. Anak memiliki rasa ingin tahu secara alami, mereka gemar bermain, dan energinya  yang tiada habisnya untuk mengeksplorasi sesuatu yang baru, hal-hal tersebut mengapa memar sering terjadi. Sebagai orang tua, Anda akan sering menemukan anak Anda berlari ke rumah menangis kesakitan dengan tanda biru, coklat, dan kuning pada siku, lutut, atau lengan mereka.

Meskipun kita semua tahu bahwa memar adalah bagian alami dari masa kanak-kanak dan masa pertumbuhannya, tidak ada salahnya untuk mempelajari lebih dalam mengenai memar, bagaimana terjadinya, dan cara yang mungkin untuk mengobatinya. Simak untuk mengetahui lebih lanjut.

Apa itu Memar?

Memar biasanya merupakan tanda pada kulit karena darah terperangkap di bawah permukaan kulit. Memar terjadi ketika cedera (terutama akibat trauma benda tumpul) yang merusak pembuluh darah kecil tanpa luka di kulit. Pembuluh darah yang hancur ini pecah dan mengeluarkan darah di bawah kulit sehingga kita melihat perubahan warna pada area yang terbentur.

Seringkali disertai bengkak dan sakit, memar memerlukan waktu untuk pulih. Terdapat  jenis-jenis memar yang sering ditemukan. Anda dapat mengalami memar kulit, otot, dan tulang - semakin dalam memar terjadi, semakin serius dan membutuhkan perhatian medis segera. (1)

mengatasi memar pada kaki dengan salep Zambuk
Bagaimana Memar Muncul pada Anak dan Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Pulih?

Anak-anak biasanya mendapat memar dari kecelakaan pada saat mereka bermain, seperti tersandung, jatuh dari ketinggian, atau terbentur sebuah objek dengan keras. Beberapa anak secara alami lebih rentan terhadap memar dibanding anak lain (4,7). Anak dengan leukemia atau anemia contohnya, lebih mudah mengalami memar (2,3).

Memar biasanya akan dimulai dengan warna kemerahan atau keunguan karena mengalirnya darah ke area yang cedera (5,6). Memar mungkin juga membengkak karena darah yang terkumpul di jaringan. Warna kemerahan atau keunguan ini kemudian bisa berubah menjadi biru atau hitam akibat oksigen hilang dari darah yang terkumpul. Dalam seminggu, perubahan warna bisa terjadi lagi menjadi hijau atau kuning. Tidak perlu khawatir, hal ini merupakan proses pemulihan. Dalam dua minggu, tanda kehijauan atau kekuningan ini akan mulai memudar menjadi coklat muda hingga benar-benar hilang.

dokter yang sedang memeriksa anak dan ditemani perawat Zambuk
Kapan harus menemui dokter?

Memar pada anak biasanya membutuhkan waktu dua minggu untuk pulih sepenuhnya. Jika Anda mendapati memar pada anak lebih lama pulih atau ia merasa sakit yang amat sangat, konsultasi dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan segera.

Ditambah lagi, konsultasi dengan dokter jika menemukan tanda-tanda berikut pada anak (8):

  • Bengkak yang terasa sangat sakit di area memar
  • Nyeri berkepanjangan selama tiga hari setelah cedera ringan
  • Anak mengalami memar yang sering, memar dengan ukuran yang besar, dan menyakitkan. Terutama jika muncul di bagian badan, punggung atau wajah dan terlihat muncul tanpa alasan jelas
  • Anda mendapati anak mudah memar dan memiliki riwayat pendarahan yang signifikan
  • Terdapat benjolan (hematoma) yang terbentuk di atas memar
  • Si kecil mengalami pendarahan tidak normal di area seperti gusi atau hidung
  • Anak tiba-tiba mulai memar tanpa memiliki kondisi medis sebelumnya
  • Anda memiliki riwayat keluarga mudah memar dan/atau mengalami pendarahan
botol minyak eukaliptus Zambuk
Pertolongan Pertama untuk Memar pada anak

Pertolongan pertama yang baik untuk diingat adalah metode R.I.C.E., kepanjangan dari Istirahat, Es, Kompres dan angkat area yang cedera (4,5,6).

Istirahat (Rest)
Mengistirahatkan area yang cedera sampai tidak terlalu terasa nyeri. Hindari terkena beban atau tekanan. Jika memungkinkan, biarkan si kecil berbaring terlentang ketika mengalami memar kaki.

Es (Ice)
Bungkus kantong es atau buat kompres air dingin dengan kain atau handuk lalu letakan segera di atas area yang cedera. Lanjutkan tapi tidak lebih dari 20 menit sekali. Cara ini dapat membantu mengurangi nyeri, bengkak, dan memar.

Compression (Kompres)
Balut area yang memar dengan perban untuk menghentikan pembengkakan. Namun, jangan terlalu kencang agar tidak menghambat sirkulasi darah.

Elevate (angkat area yang cedera)
Naikkan bagian yang mengalami cedera di atas permukaan jantung untuk bantu mengurangi pembengkakan. Misalnya, pada kaki anak yang terkilir, letakkan bantal atau handuk yang digulung di bawah area cedera.

Langkah-langkah pertolongan pertama tersebut dapat membantu mempercepat pemulihan sekaligus meringankan bengkak, nyeri atau rasa sakit akibat memar pada anak.

Konsultasikan dengan dokter segera jika memar menunjukkan gejala yang lebih serius seperti pengentalan darah atau penyakit yang berhubungan dengan darah lainnya.

Pengobatan dan Obat untuk Memar pada Anak

Memar ringan pada dasarnya dapat pergi dengan sendirinya dengan istirahat yang cukup dan menggunakan obat oles berupa salep yang bisa meringankan nyeri atau rasa tidak nyaman. Anda dapat mengobati memar dengan mengistirahatkan area memar sesering mungkin dan mengompres dengan es untuk mengurangi bengkak (8).

Anda juga dapat mempertimbangkan menggunakan salep yang mengandung minyak eukaliptus (eucalyptus oil) dan kamper (camphor) untuk membantu meringankan nyeri ringan akibat memar. Jika gejala tak kunjung mereda, konsultasikan dengan dokter segera.

REFERENSI:

1. Bruises ( n.d. ) diakses pada September 9,2020 from https://medlineplus.gov/bruises.html 

2. Leukemia in Children ( n.d. ) diakses pada September 21,2020 from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=leukemia-90-P02324 

3. How to Tell if You Have Iron Deficiency Anemia ( 2020 ) diakses pada September 21,2020 from https://health.clevelandclinic.org/how-to-tell-if-you-have-iron-deficiency-anemia/ 

4. Bruises ( 2020 ) diakses pada September 21,2020 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15235-bruises 

5. What’s a Bruise ( For Kids ) ( n.d. ) diakses pada September 21,2020 from https://kidshealth.org/en/kids/bruise.html 

6. Bruises in Children and When Should I Worry ( n.d. ) diakses pada September 21,2020 from https://www.rileychildrens.org/connections/bruises-in-children-whats-normal-and-when-to-worry 

7. What are Bruises ( 2019 ) diakses pada September 21,2020 from https://www.nhs.uk/common-health-questions/accidents-first-aid-and-treatments/what-are-bruises/ 

8. Bruise: First Aid ( 2017. ) diakses pada September 21,2020 from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-bruise/basics/art-20056663