Kenali Ciri-Ciri Digigit Tungau
dan Cara Mengatasinya

 

Tungau adalah serangga berukuran sangat kecil yang biasanya tinggal di tempat berdebu yang memiliki lipatan atau celah-celah kecil untuk bersembunyi, misalnya di kasur, sofa atau bantal. Meskipun berukuran kecil ternyata serangga ini bisa meninggalkan bekas gigitan yang bukan hanya nampak kemerahan namun juga terasa gatal hingga panas yang menyebabkan rasa tidak nyaman. Ini adalah ciri-ciri digigit tungau yang paling umum (1,2,3). Jadi, jika bangun tidur si Kecil suka tiba-tiba mengeluh kulitnya gatal dan kemerahan, bisa jadi tempat tidurnya menjadi sarang tungau.  

Hal ini tidak bisa dibiarkan karena kalau tungau dibiarkan mendiami suatu tempat, jumlahnya akan semakin banyak dan kulit buah hati yang sensitif bisa menjadi sasaran empuk gigitannya. Dan perlu diingat juga bahwa gigitan tungau bisa menyerupai alergi kulit sehingga penting untuk mengetahui secara detail ciri-ciri digigit tungau seperti berikut ini (1,2,):

Tungau | Zambuk
  • Muncul bentol kemerahan kecil pada kulit yang lama-kelamaan menjadi keras dan kelihatan membengkak.
  • Bentol kemerahan tersebut disertai dengan rasa gatal yang mengganggu.
  • Kemerahan dan bintik-bintik merah pada kulit seperti ruam juga mungkin terjadi. Bedanya adalah jika ruam terasa perih, sedangkan gigitan tungau menimbulkan sensasi gatal dan juga panas.
  • Kulit yang terkena gigitan dan kemudian mengalami garukan bertubi-tubi dapat mengalami iritasi yang membuatnya berair dan menjadi semakin gatal.

Apabila si Kecil memiliki kulit sensitif dan mudah berbekas setelah digigit serangga termasuk tungau, hal tersebut bisa mengganggu penampilannya. Pasalnya, bentol, kemerahan dan bekas iritasi karena garukan akibat tungau akan nampak lebih gelap daripada kulit normal di sekitarnya. Alhasil, penampilan buah hati menjadi tidak bersih lagi.

Jika tungau terlanjur menggigit kulit dan meninggalkan bekas kemerahan seperti ruam, bintik kecil maupun bentol ada beberapa cara yang bisa dilakukan setidaknya untuk mengurangi rasa gatal yang ditimbulkan. Gatal yang tidak tertahankan bisa membuat anak ingin menggaruk dan justru berakhir pada iritasi hingga infeksi.

Cara mencegah gigitan tungau di rumah

Jika si Kecil memiliki ciri-ciri digigit tungau seperti yang sudah dijelaskan di atas, sudah saatnya untuk untuk melakukan tindakan pencegahan agar hal yang sama tidak terulang kembali. Menjaga kebersihan rumah menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah gigitan tungau. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah gigitan tungau di rumah:

  • Cuci baju dan sprei dengan air hangat 
    Terutama bila tungau diyakini berada di kasur atau tempat tidur, jangan menunda untuk mengganti seprai dan juga baju tidur yang digunakan karena bisa jadi serangga tersebut juga menempel di sana tanpa terlihat. Cucilah dengan air hangat, detergen dan pada bilasan terakhir tambahkan desinfektan yang bisa mengurangi paparan mikroorganisme yang memperparah gatal akibat digigit tungau (2,3).
  • Bersihkan kamar dengan penyedot debu 
    Penyedot debu tidak hanya bisa digunakan untuk membersihkan lantai atau karpet, namun juga kasur. Gunakan peralatan tersebut untuk membersihkan tempat tidur dari debu dan tungau yang bersembunyi di sana supaya tidak terus menginfeksi kulit dengan gigitannya (2,3).
  • Jemur perlengkapan tidur
    Selain mencuci seprai dan membersihkan debu yang ada di area kamar, perlu diketahui bahwa kasur dan bantal juga harus disterilkan dengan cara dijemur. Panas dari matahari akan menghilangkan kelembaban di kasur dan juga bantal jadi tungau enggan berdiam lama di sana dan segera pergi (1)
  • Kompres kulit yang gatal dengan air dingin atau es 
    Ketika terdapat ciri-ciri digigit tungau seperti kemerahan, bentol atau bintik kecil yang terasa sangat gatal, sebaiknya segera redakan dengan mengompresnya menggunakan air dingin ataupun es batu. Hal ini perlu dilakukan supaya gatal berkurang dan keinginan menggaruk hilang (2,3).
  • Minum obat anti alergi 
    Metabolisme setiap orang berbeda-beda. Pada orang yang tubuhnya sangat sensitif terhadap unsur kimia yang dimiliki oleh hewan seperti serangga, tanda alergi bisa saja muncul. Gejala alergi itu meliputi kulit gatal dalam jangka waktu lama hingga kemerahan yang tidak kunjung mereda. Dalam situasi ini, obat antihistamin atau anti alergi mungkin dibutuhkan namun atas petunjuk dokter (3).
  • Oleskan salep anti gatal
    Langkah terakhir yang juga bisa dilakukan adalah dengan mengoleskan salep khusus pada bagian yang digigit tungau. Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa gatal atau tidak nyaman yang dirasakan sekaligus meredakan reaksi alergi ringan seperti bentol dan kemerahan. Salah satu contohnya salep yang mengandung minyak eukaliptus, camphor (kapur barus) dan juga minyak thyme yang membantu meredakan gatal akibat gigitan tungau (2,3).

Demikian ciri-ciri digigit tungau beserta cara pencegahan dan penanganannya. Jangan sampai lengah, tungau berkembang biak di lingkungan lembab dan berdebu jadi pastikan untuk menjaga kebersihan kamar dan lingkungan rumah supaya serangga ini enggan mendekat. Jangan lupa untuk siapkan salep gatal sebagai pertolongan pertama saat digigit tungau dan serangga di rumah.

CH-20220128-27

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi:
  1. Crystal Raypole. How to Identify and Treat Mite Bites, Healthline. 31 Juli 2019. Diakses pada 25 Januari 2022 dari https://www.healthline.com/health/mite-bites#treatment
  2. Kristen Cherneey. What Dust Mite Bites Look Like and How to Get Rid of Them, Healthline. 22 Juli 2019. Diakses pada 25 Januari 2022 dari https://www.healthline.com/health/dust-mites-bites#prevention
  3. Hana Ames. Dust Mite Bites: What to Know, Medicalnewstoday. 23 Juli 2020. Diakses pada 25 Januari 2022 dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/dust-mite-bites#removal
     
garis lurus berwarna hijau