Mainan Montessori
Untuk Tumbuh
Kembang Anak

 

Masa kanak-kanak dini, yaitu usia 0-6 tahun, merupakan golden age bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, orangtua dan pengurus harus menyediakan pendidikan yang tepat untuk mendukung agar tumbuh kembang anak dapat optimal. Pendidikan ini harus disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak agar proses dapat berlangsung optimal. Pendidikan yang terlalu berlebihan atau kurang dapat berefek buruk terhadap tumbuh kembang anak (1).

Pentingnya Perkembangan Kognitif untuk Anak

Pertumbuhan dan perkembangan kognitif pada anak merupakan saat di mana anak mengembangkan kemampuan otak dan kecerdasannya. Fase masa kanak-kanak dini merupakan masa terpenting bagi perkembangan kognitif anak karena masa pertumbuhan ini dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tingkat selanjutnya. Oleh karena itu, berbagai metode pembelajaran telah dikembangkan untuk memaksimalkan perkembangan kognitif ini (1).

Apa Itu Metode Montessori?

Permainan merupakan salah satu metode yang efektif untuk pembelajaran anak (1). Metode Pembelajaran Montessori merupakan metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Maria Montessori dan bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan anak dengan melatih perkembangan kognitif dan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan sosial. Metode Montessori dapat membantu perkembangan sosial dan emosional melalui kegiatan yang bersifat mandiri, independen, dengan kebebasan yang terbatas, serta memerlukan pertanggungjawaban dan disiplin mandiri melalui tugas yang harus diselesaikan (2). Metode Montessori ini menitikberatkan pada dinamika antara anak, guru, dan lingkungan (3).

Montessori mengembangkan sekelompok objek yang didesain untuk mendukung pembelajaran anak mengenai konsep sensorial seperti (3):

  • Dimensi.
  • Warna.
  • Bentuk dan tekstur.
  • Serta konsep akademik seperti matematika, literasi, sains, geografi, dan sejarah.

Umumnya, satu mainan Montessori berfokus pada satu keahlian atau konsep tertentu. Mainan Montessori merupakan mainan yang di desain untuk aktivitas dan pembelajaran, bukan hanya sebagai pengalihan atau hiburan. Mainan Montessori dapat dikelompokkan sesuai dengan usia, namun penggunaannya harus disesuaikan dengan kemampuan anak (4).

Permainan Untuk Perkembangan Kognitif Anak

Mainan Montessori umumnya memiliki karakteristik sederhana dan cantik tanpa menggunakan baterai, berfokus pada permainan sensori, bermanfaat dan dapat diaplikasikan dalam hidup sehari-hari, mengajarkan realita, serta self correcting sehingga anak dapat belajar dari kesalahan saat permainan. Mainan Montessori dapat dilakukan menggunakan balok kayu, lembar aktivitas, set DIY, atau barang-barang yang ada di rumah (5).

Permainan Montessori diberikan sesuai dengan usia dan kemampuan anak. Beberapa permainan Montessori yang dapat diberikan pada anak usia 1-6 tahun antara lain (4,6)

  • Puzzle. dapat diberikan sejak  usia 12  bulan ke atas untuk perkembangan bahasa, motorik halus, koordinasi tangan dan mata, memecahkan masalah, serta pengenalan bentuk dan memori. Permainan puzzle dapat diberikan dari tingkat kesulitan dari sederhana hingga tingkat kerumitan yang lebih tinggi, mengenai subjek yang realistik seperti hewan atau kendaraan (4,5)
  • Permainan Menggunakan Kartu. Kartu dapat digunakan untuk melatih kemampuan bahasa. Kartu dapat digunakan untuk mengenali nama benda (menyesuaikan antara nama benda pada kartu dan benda nyata), warna, atau aktivitas di mana anak diminta untuk melakukan aktivitas yang tertulis pada kartu. Kartu juga dapat digunakan untuk mempelajari angka, di mana anak dapat diajak untuk mengambil manik-manik atau balok sejumlah angka yang tertera pada kartu.
  • Permainan Aktivitas Kesenian. Seni merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri dan komunikasi. Mempelajari kesenian  merupakan salah satu cara untuk mengenalkan budaya pada anak. Permainan aktivitas kesenian dapat dilakukan menggunakan alat seperti kertas, pena, pensil, gunting, cat warna, dan lain sebagainya dalam set DIY. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk melatih kesenian pada anak, seperti:
    • Menggambar dan mewarnai: Menggambar dan mewarnai dapat meningkatkan kemampuan observasi anak dalam mengidentifikasi lingkungan dan objek yang akan dilukis, membedakan warna berdasarkan apa yang dia lihat, melatih imajinasi dan independensi dengan menyelesaikan lukisannya. Menggambar dan mewarnai dapat dilakukan menggunakan pensil warna, krayon, cat warna, dan lain sebagainya.
    • Mengecap. Printing, atau mengecap dengan menggunakan benda-benda seperti buah, sayur.
    • Paperwork, seperti menggunting, menyobek, memotong, melipat, dan membentuk kertas menjadi bentuk atau model tertentu.
  • Permainan Aktivitas matematika dan bahasa, dapat menggunakan balok, kartu, bola, buku, atau benda yang ada di sekitar.
  • Permainan Aktivitas sehari-hari, seperti permainan rumah-rumahan menggunakan alat permainan yang menyerupai alat untuk aktivitas sehari-hari seperti sapu, pel, dan lain sebagainya untuk melatih anak agar terbiasa melakukan aktivitas harian. Permainan menggunakan boneka bayi dapat membentuk kemampuan sosial emosional, bahasa, dan kemandirian. Dengan menggunakan mainan boneka bayi, anak dapat dilatih untuk mengerjakan pekerjaan sehari-hari seperti memakaikan baju, memandikan, dan memberi makan.

Saat bermain, terutama ketika anak sudah mulai aktif bergerak dan belajar untuk mobilisasi, anak berisiko untuk terbentur dan terjatuh. Saat beraktivitas di luar rumah, anak juga berisiko untuk tergigit serangga. Apabila saat bermain terjadi benturan atau gigitan serangga, anak dapat diberikan pertolongan pertama berupa obat oles yang mengandung antinyeri dan antiradang seperti salep. Minyak eukaliptus dan kamper diketahui memiliki efek antiradang dan antinyeri sehingga dapat mengurangi ketidaknyamanan yang dialami oleh anak dan membantu agar penyembuhan luka dapat berlangsung optimal agar si Kecil bisa main dengan nyaman. Informasi selengkapnya klik di sini.

CH-20220615-24

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Ruth Katrin Goldina

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi:
  1. Amalia ER, Khoiriyati S. Effective Learning Activities To Improve Early Childhood Cognitive Development. Al-Athfal  J Pendidik Anak. 2018;4(1):103–11. 
  2. Dereli İman E, Danişman Ş, Akin Demircan Z, Yaya D. The effect of the Montessori education method on pre-school children’s social competence–behaviour and emotion regulation skills. Early Child Dev Care. 2019;189(9):1494–508. 
  3. Marshall C. Montessori Education.pdf. NPJ Sci Learn. 2017.
  4. Ashley, Kevin. Montessori Toys (2021) By Age Group - Best Baby and Toddler Toys [Internet]. [cited 2022 Apr 19]. Available from: https://montessorimethod.com/toys/.
  5. Natalie. Best Montessori Toys for Children of All Ages (THe Big Guide) [Internet]. [cited 2022 May 25]. Available from:  https://www.montessoriup.com/montessori-toys/
    N/A. Montessori Primary Guide [Internet]. [cited 2022 May 25]. Available from: http://www.infomontessori.com/index.htm 
     
garis lurus berwarna hijau